PENERAPAN WAWASAN KEBANGSAAN DAN NILAI – NILAI BELA NEGARA DI TENGAH ISU KONTEMPORER
TUGAS RESENSI (REVIEW) AGUSTINA MASSAYU.pdf
Penerapan Wawasan Kebangsaan dan Nilai – Nilai Bela Negara di Tengah Isu Kontemporer
Wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela negara merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Wawasan kebangsaan menekankan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan, sedangkan bela negara mencakup sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta keyakinan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Namun, dalam praktiknya, penerapan kedua konsep tersebut menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang kompleks.
Permasalahan dalam Penerapan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Salah satu permasalahan utama adalah menurunnya rasa nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda. Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi membuat budaya asing mudah masuk dan memengaruhi pola pikir serta perilaku masyarakat. Akibatnya, nilai-nilai kebangsaan seperti gotong royong, toleransi, dan rasa memiliki terhadap bangsa mulai terkikis.
Selain itu, kurangnya pemahaman yang mendalam mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara juga menjadi persoalan serius. Sebagian masyarakat masih memandang bela negara secara sempit, hanya sebatas kewajiban militer, padahal bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai peran sesuai profesi dan kapasitas masing-masing warga negara.
Permasalahan lain adalah disintegrasi sosial yang dipicu oleh isu SARA, radikalisme, serta penyebaran hoaks di media sosial. Kondisi ini berpotensi memecah persatuan dan mengancam stabilitas nasional jika tidak ditangani secara bijak.
Tantangan yang Dihadapi
Tantangan terbesar dalam penerapan wawasan kebangsaan dan bela negara adalah era digital dan globalisasi. Arus informasi yang cepat dan bebas sering kali tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai, sehingga masyarakat mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Tantangan lainnya adalah ketimpangan sosial dan ekonomi. Ketidakadilan yang dirasakan oleh sebagian masyarakat dapat menurunkan kepercayaan terhadap negara dan melemahkan semangat bela negara.
Upaya dalam Menerapkan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Untuk mengatasi permasalahan dan tantangan tersebut, diperlukan berbagai upaya strategis dan berkelanjutan. Salah satunya adalah penguatan pendidikan karakter dan kewarganegaraan, baik melalui jalur formal maupun nonformal. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai Pancasila, nasionalisme, dan bela negara secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pemanfaatan media digital secara positif menjadi langkah penting. Pemerintah dan masyarakat perlu menghadirkan konten edukatif yang menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda agar nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di ruang digital.
Upaya lain yang tidak kalah penting adalah keteladanan dari para pemimpin dan tokoh masyarakat. Sikap adil, jujur, dan mengutamakan kepentingan bangsa akan menjadi contoh nyata yang dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi juga dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara sebagai wujud nyata bela negara.
Kesimpulan
Penerapan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela negara merupakan proses yang berkesinambungan dan membutuhkan peran aktif seluruh elemen bangsa. Meskipun dihadapkan pada berbagai permasalahan dan tantangan, upaya yang tepat, adaptif, dan kolaboratif dapat memperkuat persatuan serta menjaga keutuhan NKRI. Dengan pemahaman dan pengamalan yang konsisten, wawasan kebangsaan dan bela negara akan tetap relevan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tugas LATSAR Agustina Massayu
Kelompok : III (Tiga)
Angkatan : IX (Sembilan)
Gelombang : I (Satu)
Satker : Pengadilan Negeri Pagar Alam


